Pesanan Buat Pendakwah

Keberanian seorang pendakwah atau mubaligh itu bergantung kepada keyakinan diri,ketenangan dalam penampilannya dan keteguhan mentalnya. Ketiga sedang menghadapi umum,ia harus bersikap tenang,percaya kepada diri,yakin dengan apa yang disampaikanya dan mampu menguasai diri.


Seorang pendakwah yang berani tahu bagaimana mengatur penampilan,mengatur irama suara dan menguasai medan yang sedang dihadapi.

Sesungguhnya awal kegagalan ialah sifat penakut. Seorang pendakwah yang lemah,ketika memulai bicara seluruh anggota tubuhnya akan merasa gementar,lidahnya kelu dan keringat bercucuran. Pendakwah seperti ini akan dijauhi oleh para pendengarnya sehingga dengan demikian ia mengalami kegagalan yang teruk.

Bagaiman ia boleh mempengaruhi umum jika ia sudah takut terhadap mereka?Bagaimana ia boleh menguasai mereka kalau ia merasa malu kepada mereka?

Sesungguhnya keteguhan hati dalam menghadapi umum adalah satu nikmat yang besar yang dianugerahkan Allah kepada seseorang yang memiliki kemampuan dan bakat sehingga ia sanggup menghadapi umum dengan tenang. Bahkan semakin besar umum yang dihadapi,semakin besar puka semangatnya untuk tampil sebaik mungkin untuk memuaskan mereka.Itulah perkara yang kita lihat pada seorang mubaligh yang berjaya dan terkenal.

Ibnu Zubair dengan tenang berpidato di tengah-uengah para pengikutnya meskipun waktu itu nyawanya diancam anak panah berapi yang dibidikkan kepadanya dari atas bukit. Namun hatinya tegar dan jiwanya tetap tenang tidak terpengaruh dengan ancaman itu kerana dia berpegang pada prinsip kebenaran.

Sambil menghadapi musuh dan memegang pedang,Thariq bin Ziyad menyampaikan pidato ketenteraan berapi-api di hadapan pasukannya.

Awal kegagalan ialah merasa gagal itu sendiri. Merasa kalah sebelum perang adalah pengecut. Sementara optimis adalah magkota bagi orang yang siap maju dan para pemberani. Optimis adalah kunci kejayaan.

0 comments:

Post a Comment